Menggunakan Pinjaman Syariah yang Aman untuk Berbagai Keperluan

Dengan semakin banyaknya kebutuhan dengan harga yang tinggi maka semakin banyak pula produk-produk pinjaman yang ditawarkan bank maupun perusahaan pembiayaan. Namun seperti diketahui bahwa produk bank dan perusahaan pembiayaan tidak akan lepas dari bunga dimana jelas dalam Islam pemberian bunga adalah haram hukumnya. Agar Anda tidak termasuk dalam orang yang melakukan perbuatan haram karena bunga namun tetap dapat meminjam dana untuk kebutuhan hidup, maka sebaiknya sebagai umat muslim, Anda menggunakan pinjaman syariah dari bank syariah terpercaya.

Bank syariah adalah bank yang menggunakan asas-asas Islam dalam menjalankan semua kegiatan ekonominya termasuk tabungan dan pinjaman. Label halal dari MUI terhadap bank syariah membuat masyarakat muslim menjadi lebih aman untuk melakukan berbagai transaksi perbankan yang dulunya sarat akan bunga atau riba. Apalagi pada produk pinjaman yang jelas memberikan bunga kepada peminjamnya atau nasabah dengan jumlah yang bisa menjadi sangat besar seperti pada kartu kredit.

Jenis Pinjaman Bank Syariah

Pinjaman dari bank syariah dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pada pinjaman bank lainnya, namun tentunya tujuan penggunaannya adalah tujuan yang baik atau halal. Untuk tujuan permodalan usaha, pinjaman dari bank syariah terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:

Pinjaman Dana Tunai
Ajukan Online, Cepat, Tanpa Ribet dan Syarat Mudah
RP

1. Pembiyayaan modal kerja Mudharabah.
2. Pembiyayaan modal kerja Istishna.
3. Pembiyayaan modal kerja Salam.
4. Pembiyayaan modal kerja Murabahah.
5. Pembiyayaan modal kerja Ijarah.

Baca Juga : 4 Jalan Mendapatkan Pinjaman Kilat yang Bisa Anda Coba

Selain untuk modal usaha, pinjaman syariah juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan konsumtif seperti pembelian mobil, biaya renovasi rumah, biaya sekolah, biaya kesehatan atau keperluan lainnya yang pada prosesnya dibagi menjadi beberapa akad yaitu:

1. Akad Mudharabah.
2. Akad Ijarah muntahia bit tamlik.
3. Akad Ijarah.
4. Akad Istishna.
5. Akad Qard dan ijarah.

Berbeda tujuan penggunaannya maka bisa berbeda juga akad yang digunakan oleh bank syariah tersebut.

Dengan menggunakan pinjaman dari bank syariah diharapkan para nasabah tidak menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses pinjam meminjam ini. Beban atau kerugian yang terjadi dibagi dua antara pihak bank dan pihak nasabah. Selain itu tidak ada bunga dalam semua transaksi perbankan yang dilakukan oleh bank syariah. Pinjam meminjam dalam Islam memiliki tujuan untuk membantu sesama manusia sehingga itulah yang dijadikan dasar bagi bank syariah untuk memberikan pinjaman kepada para nasabahnya.

Jika Anda ingin mengakses pinjaman dari bank syariah yang halal, maka Anda bisa mengunjungi bank syariah yang Anda percayai. Pilihlah produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan Anda agar petugas bisa menentukan langkah apa yang menjadi proses selanjutnya. Pengisian formulir hampir sama dengan yang ada di proses pinjaman konvensional, yang berbeda adalah terjadinya akad antara bank dan nasabah dimana keduanya memberikan persetujuan akan perjanjian pinjaman yang disepakati menggunakan akad-akad Islam tersebut.

Baca Juga : Cari Pinjaman Tanpa Agunan Tanpa Bunga? Datang Saja ke sini!

Dengan adanya produk perbankan pinjaman syariah dari bank syariah, diharapkan umat Islam yang memerlukan pinjaman atau produk perbankan lainnya bisa tetap memanfaatkan lembaga keuangan tanpa terlibat dalam unsur bunga atau riba. Islam sendiri jelas telah melarang riba sehingga banyak umat yang menghindari berurusan dengan bank dalam bentuk apapun. Dengan adanya bank syariah diharapkan umat Islam bisa memberikan kepercayaan pada sistem perbankan untuk membantu mereka dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup seperti modal kerja, pembiayaan kepemilikan rumah, mobil, biaya kesehatan, biaya pendidikan dan biaya lainnya yang semakin hari semakin tinggi ini.

Tinggalkan Balasan