Ingin Mengurus Sertifikat Tanah? Simak Persyaratannya Disini!

Baru membeli tanah ataupun rumah tentunya butuh kecermatan sekaligus menyiapkan diri mengurus sertifikat tanah tersebut untuk dipindah nama. Selain tanah yang baru dibeli, mengurus sertifikat di Kantor Pertanahan juga dilakukan untuk mengurus tanah girik atau tanah warisan. Semua tanah yang sah dimiliki yakni sudah dinyatakan lunas dibeli dari pemilik sebelumnya sangat wajib dilindungi, maka perlu diurus sertifikat nya. Kemudian membantu membayar pajak PBB yang dibebankan setiap tahunya oleh pemerintah.

Bagaimana Cara Mengurus Surat Tanah?

Memiliki tanah bisa digunakan untuk beragam keperluan, mulai untuk membangun tempat tinggal, tempat usaha, atau sekedar ditabung untuk keperluan investasi. Apapun keperluan yang menjadi alasan sepetak tanah dibeli baiknya segera mengurus surat-suratnya sesuai peraturan. Dalam mengurus surat tanah nantinya akan dilakukan dua tahapan, pertama di kantor kelurahan dan berlanjut ke Kantor Pertanahan. Masing-masing memiliki tahapan dan tata cara yang berbeda, dan baiknya mengikuti prosedur yang ada.

Pinjaman Dana Tunai
Ajukan Online, Cepat, Tanpa Ribet dan Syarat Mudah
RP

Sebelum mengurusnya di kedua kantor tersebut baiknya menyiapkan dahulu persyaratan yang diperlukan. Persyaratan tersebut antara lain:

  • SHGB atau Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan,
  • Fotokopi surat izin mendirikan bangunan atau IMB,
  • Identitas yang ditunjukkan dengan KTP dan KK,
  • Surat pernyataan berisi keterangan pemilikan tanah, dan juga
  • SPPT PBB.

kartu kredit danamon

Persyaratan yang disebutkan di atas adalah untuk tanah yang dibeli baru, artinya kita membeli tanah itu sendiri dan perlu mengurus sertifikat nya.

Sementara untuk mengurus dokumen-dokumen pertanahan yang didapatkan dari warisan, misalnya mendapatkan warisan sepetak tanah dari Nenek maupun Kakek yang sudah almarhum. Maka akan membutuhkan persyaratan yang berbeda, persyaratan tersebut adalah:

  • Akta mengenai transaksi jual beli tanah tersebut,
  • Fotokopi dari kartu identitas ditambah KK atau Kartu Keluarga,
  • Fotokopi tanah warisan yang dimiliki,
  • Dokumen yang diterbitkan oleh kelurahan, misalnya surat keterangan riwayat tanah, bukan tanah sengketa, dan sebagainya.

Tips Aman Membeli Tanah Dengan Sertifikat Tanah

Mengetahui persyaratan mengurus sertifikat untuk tanah yang dibeli atau diterima dari warisan sangatlah penting. Kemudian bagi yang tertarik membeli tanah maka pilih yang aman, dan berikut tipsnya:

  1. Memperhatikan kontur atau kondisi tanah,

Kondisi tanah yang dibeli sangat penting untuk diamati, supaya bisa mendapatkan tanah yang kondisinya bagus dan bebas dari bahaya. Misalnya tanah yang mudah mengalami longsor atau kondisi tanah yang kurang subur jika hendak dipakai bercocok tanam. Kontur tanah akan mempengaruhi pondasi bangunan, semakin buruk maka dana pembangunan yang dikeluarkan semakin tinggi.

  1. Memperhatikan lokasinya,

Lokasi dari tanah yang dibeli juga wajib dicermati, dan sesuaikan saja dengan harapan jika memang memerlukan tanah di lokasi strategis. Maka baiknya mencari yang sesuai meskipun lokasi tanah nantinya mempengaruhi harga dimana semakin strategis semakin mahal. Jika memiliki budget minim bisa mengambil tanah di lokasi yang agak masuk, kemudian pertimbangkan luas tanah yang nantinya mampu dibeli. Sebab luas sempitnya tanah juga akan mempengaruhi harga tanah tersebut.

  1. Memastikan surat-suratnya lengkap,

Membeli tanah baiknya tidak secara asal melainkan mencari yang benar-benar sah dan aman untuk diambil alih kepemilikannya. Yakni mencari tanah yang surat-suratnya masih lengkap agar tidak keliru membeli tanah sengketa ataupun tanah yang aslinya dimiliki orang lain yang merasa tidak pernah menjual tanah tersebut. Harga tanah yang terus merangkak naik membuat kita harus jeli dalam membelinya supaya tidak tertipu. Kemudian urus segera sertifikat tanah agar aman dan memang tercatat sebagai hak milik.

Tinggalkan Balasan